iklan header

Kamus Istilah Terlengkap Dunia Saham


  1. Black monday atau senin hitam yaitu peristiwa penurunan saham pada hari senin 1987 Hingga kini masih tak jelas mengenai penyebab kejatuhan bursa tersebut. Seorang ahli sejarah keuangan Sylla menyatakan, selain karena  perkembangan keuangan global, teknologi baru pun memberikan pengaruh terhadap kasus ini dimana menuruntnya Black monday yang terjadi di tahun 1987 terjadi karena diperketatnya kebijakan moneter oleh Federal Reserve Amerika Serikat. Antara Januari dan Oktober 1987, The Fed menaikkan FFR (Fed Fund Rate) hampir seratus basis poin  hingga mencapai 7.25% mengakibatkan pinjaman kredit terasa lebih berat dengan bunga tinggi dan harga saham pun turun karena dunia usaha telah lesu
  2. Great Recession ialah krisis yang terjadi pada tahun 1930, dimana kala itu terjadi window dressing yaitu usaha membuat laporan keuangan terlihat lebih baik, dalam dunia saham hal ini biasanya dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk memperbaiki portofolio,selain itu biasanya terjadi di akhir tahun.
  3. Santa claus rally yaitu efek kenaikan harga saham pada 5 hari terakhir perdagangan dan 2 hari awal perdagangan yang dipercaya oleh sebagian trader (akhir dan awal tahun)
  4. Januari effect yaitu efek kenaikan harga-harga saham di bulan januari yang dipercaya oleh trader-trader tertentu.
  5. Buy on weekness artinya membeli saham apabila harga saham suatu perusahaan turun drastis bukan karena perubahan fundamental untuk saham yang fundamentalnya baik) 
  6. Sell on strengeth artinya menjual saham perusahaan saat harganya telah naik tinggi untuk mengambil capital gain
  7. Sell on may and go away, karena bulan mei sering dipercaya oleh beberapa trader bahwa akan terjadi penurunan di saham-saham perusahaan karena banyak yang menjual sahamnya akibat efek kenaikan tajam di bulan april. 
  8. Stock split yang artinya pemecahan saham, nilainya tetap sama akan tetapi harganya lebih rendah dan jumlah lot lebih banyak. Contohnya awalnya perbandingannya 1:10, yang mana anda akan memiliki 1 lot saham di harga 50.000 menjadi 10 lot di harga 5000. Mengapa perusahaan melakukan stock split? biasanya supaya sahamnya bisa menjangkau investor retail dan lebih likuid. Apalagi biasanya setelah perusahan-perusahaan yang berfundamental baik stock split harganya akan bergerak naik.
  9. Reverse stock yaitu pembalikan saham, ini adalah kebalikan dari stock splut.
  10. Cuan : untung
  11. Serok :  kegiatan membeli saham perusahaan yang fundamentalnya bagus yang harganya sedang terdiskon
  12. Nyangkut = harga saham suatu perusahaan menurun dari harga beli dan tidak mau dijual karena berharap haraganya akan naik lagi
  13. Cutloss : Jual rugi
  14. Trader :  Pedagang saham
  15. Sepkulan : menjual beli saham tanpa dasar fundamental, hanya berdasarkan feeling dan hal yang tak masuk logika lainnya
  16. Dividen : bagi hasil
  17. Capital gain : kenaikan harga saham
  18. Capital loss : penurunan harga saham
  19. Likuidasi : bangkrut
  20. Scalper :  Jual beli saham cepat, mengambil keuntungan sedikit, tapi frekuensinya sering
  21. Swing trader :  Memperdagangkan saham perusahaan yang berbeda-beda.
  22. Fundamental :  analisa saham berdasarkan faktor-faktor ekonomi
  23. Teknikal :  Analisa saham berdasarkan pergerakan saham semata
  24. Average down : membeli saham pada harga yang lebih rendah dari harga sebelumnya sehingga harga sahamnya rata-rata turun
  25. Buy on weakness :  membeli saham di harga rendah
  26. Sell on strenght :  menjual di harga yang tinggi.
  27. Bullish : Keadaan  pada saat harga-harga saham bergerak naik secara agregat dalam kurun waktu tertentu.
  28. Bearish :  Kebalikan dari bullish, harga saham yang bergerak turun dalam beberapa waktu
  29. Resistance : Titik harga tertinggi (Diibaratkan atap)
  30. Support : titik harga terendah (diibaratkan lantai)
  31. Portofolio : Menunjukkan jumlah saham dan jumlah uang ada di Aplikasi perusahaan sekuritas
  32. Match : Transaksi berhasil
  33. Open : transaksi belum berhasil (masih on going)
  34. Withdraw : penarikan dana
  35. Amend : mengubah harga 
  36. Market value : nilai pasar
  37. Haircut : batas persentase utang
  38. Margin trading : Membeli saham dengan mengutang di perusahaan sekuritas
  39. Short selling = meminjam saham untuk dijual 
  40. ARA (auto rejection atas) adalah batas atas kenaikan harga saham dalam 1 hari
  41. ARB (auto rejection bawah) ialah batas bawah penurunan harga saham dalam 1 hari
  42. Tick Price : besaran satuan naik turun harga (1,5,10,25)
  43. RDN/RDI : rekening yang menampung uang investor yang khusus untuk jual beli saham
  44. SID : nomor ktp investor
  45. Rekening efek : rekening penampungan saham
  46. Go Public atau IPO adalah penawaran perdana saham perusahaan ke masyarakat
  47. Right Issue : Mengeluarkan saham baru dengan hak untuk memesan saham terlebih dahulu kepada pemegang saham existing.
  48. Warrant : Pemanis ketika akan mengeluarkan saham dimana perusahaan mengeluarkan promo-promo barang di grosiran contohnya buy one get one dan sebagainya.
  49. Penjamin emisi : perusahaan sekuritas yang membantu perusahaan tertutup untuk IPO (menjadi perusahaan terbuka)
  50. Efek : Surat berharga seperti obligasi, saham,sukuk,Surat Utang Negara.

Belum ada Komentar untuk "Kamus Istilah Terlengkap Dunia Saham"

Posting Komentar

Silakan berikan komentar jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel