iklan header

Apakah Emas Sarana Investasi Atau Bukan?

Apakah emas termasuk salah satu instrumen investasi?

Emas lebih populer dari instrumen investasi lainnya seperti logam mulia, perak dan platinum. Dari zaman dahulu kala, emas telah dijadikan simbol kekayaan dan alat tukar. Emas pun juga hampir tak memiliki fungsi lain selain sebagai penimbun kekayaan dan alat tukar karena dalam dunia industri, kegunaan emas sangat terbatas. Biasanya ada tiga jenis emas yang dibeli masyarakat yaitu koin, emas lempengan/batangan dan dalam bentuk perhiasan.



Satuan kemurnian emas ialah karat. Dimana tingkat kemurnian tertinggi adalah 24 karat yang mengandung 99.9%. Terhadap emas perhiasan, kadar kemurniannya akan turun karena emas tersebut dicampur dengan logam mulia lain seperti tembaga dan perak.  Pencampuran tersebut supaya emas tersebut lebih kuat, karena emas murni tak terlalu kuat dan cenderung lunak. Misalnya pada emas 21 karat, berarti 21/24 jadi hanya mengandung sekitar 87,5% emas.

Bentuk kedua dari emas ialah berbentuk koin. Koin emas biasanya dijadikan collectible items. Dan bentuk ketiganya ialah emas dalam bentuk kepingan atau biasa disebut emas batangan. 

Lantas, apa saja keuntungan dan kerugian berinvestasi emas?

Emas sering dianggap media untuk melindungi kekayaan atau storage of value. Karena itu pada saat situasi krisis atau hyper inflasi, harga emas akan naik dan banyak dicari oleh orang-orang. Hal ini karena emas ialah aset pelindung yang bagus dari pada papper aset lain seperti saham, reksadana, surat utang negara, obligasi maupun deposito.

Harga emas pun dipengaruhi oleh nilai tukar dolar. Jadi apabila anda ingin untung dalam pembelian emas, anda harus berharap akan terjadi krisis ekonomi atau harga emas internasional naik. Karena pada saat krisis nilai tukar rupiah melemah, dan harga emas naik.

Emas pun memiliki risiko yang tidak dimiliki instrumen lain seperti risiko pencurian. Untuk mengurangi risiko tercurinya emas ini, biasanya masyarakat akan menyewa safe deposit box. Dimana biaya sewa deposit box ini mengurangi potensi keuntungan kita. Selain itu spread dalam investasi emas selisihnya cukup jauh, antara harga jual dan beli.

Ada adagium dalam investasi emas kalau emas bukanlah instrumen untuk menjadi kaya. Melainkan upaya supaya tidak miskin. Beberapa sumber menyebutkan apabila anda ingin untung dalam pembelian emas, maka minimal anda harus menyimpan emas dalam tiga tahun setelah pembelian. Jadi tidak cocok dijadikan sarana investasi jangka pendek karena nilai buybacknya timpang. Bisa turun 10% dari harga beli. Oleh karena itu emas batangan ialah investasi jangka panjang.

apabila kita lihat dari definisinya, maka investasi itu adalah ketika anda menyimpan uang ke dalam aset yang menghasilkan jasa atau barang ataupun cash flow.

ketika kita menghubungkannya terhadap saham, karena saham ialah bentuk kepemilikan perusahaan, dimana perusahaan ini menghasilkan jasa atau barang ataupun cash flow. Begitupun ketika anda berinvestasi pada properti yang disewakan.

Mari kembali ke definisi tadi, sebagaimana yang kita ketahui, emas tak menghasilkan cash flow!
Jadi sebetulnya emas tak dapat dikategorikan sebagai instrumen investasi yang produktif. Ketika ditinjau lebih jauh, sebenarnya yang menyebabkan naik turunnya harga emas adalah sebatas karena permintaan dan penawaran (supply and demand)

Selama setiap orang percaya emas itu berharga, maka harga emas akan naik. Tapi, apabila suatu saat nanti, tiba-tiba orang tak percaya lagi dengan emas. Maka emas bisa aja akan turun terus bahkan sampai tak mempunyai harga.

Jadi bagaimana dengan investasi emas? Menurut saya jika hanya sekadar mempertahankan/menjaga nilai mata uang anda dari inflasi maka investasi emas tetap dapat dipertimbangkan daripada hanya menyimpan uang di deposito/tabungan.

Tetapi disisi lain emas termasuk mudah dicairkan, sehingga dapat dipakai sebagai dana darurat untuk membiayai kebutuhan mendesak. Fluktuasi nilai emas juga relatif aman karena tidak seekstrem saham. Maka dari itu nilai risiko ruginya lebih kecil dibanding saham. 

Emas mudah dicairkan karena ketika dibandingkan dengan reksada pasar uang waktu pencairannya butuh dua hari, sedangkan reksadana obligasi/pendapatan tetap dan reksadana saham waktu pencairannya sampai satu minggu.  Apalagi dengan menjual properti seperti tanah. Tinggal gadaikan emas ke pegadaian maka dalam waktu dua jam uang akan cair. Sederhana bukan?
Emas yang digadaikan pun jangan emas perhiasan, sebaiknya logam mulia atau emas batangan. Karena ketika Logam mulia digadaikan, harganya lebih tinggi. Karena tanpa ribet, tanpa surat-surat.

Setelah anda menggadaikan emas, butuh waktu 2 minggu agar bisa mencairkan aset lainnya. Maka emas dapat ditebus. Saran saya menyimpan emas juga cukup di bank kecil saja yang menyediakan jasa safe deposit box dan pilihlah yang paling kecil untuk menyimpan emas, perhiasan maupun surat berharga lainnya. Cukup murah biasanya hanya 100 ribu pertahun dibanding di bank besar yang harganya lebih mahal.




Belum ada Komentar untuk "Apakah Emas Sarana Investasi Atau Bukan?"

Posting Komentar

Silakan berikan komentar jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel